Silver Wedding Anniversary


Aku selalu merasa menjadi anak kecil
Hingga…
Menyentuh kerut-kerut saat aku membelai wajahmu
Mendengar beratnya nafas asmamu saat aku bersandar di punggungmu
Terdiam saat kau mengerang karena gas lambung berekskresi berlebihan

Kalian boleh menua tapi tetaplah bersamaku
Tertawa bahagia di pelaminanku,
menggendong cucu-cucumu,
berpose kembali di wisuda-wisuda anak turunmu
dan tetaplah berkisah untukku..

Tak pernah ada kebiasaan merayakan ulang tahun atau moment special dalam keluarga kami. Seperti dua tahun lalu, aku sendiri yang membuat pengumuman di depan keluargaku, “Ibu, hari ini Tika ulang tahun.” (sambil memamerkan big grinning :D)
Setelah itu baru Ibu menjampi-jampiku. Rasanya, hanya pada ulang tahun ke tujuh-ku ada pesta dengan mengundang teman-teman. Ulang tahun Rama, adikku, bahkan belum pernah dirayakan sama sekali. Walaupun tahun ini, Ibu iseng membuat nasi kuning buat Rama.
Dan hari ini, 26 Desember 2007, sudah 25 tahun kebersamaan Ibu dan Bapak sebagai suami istri. Tak ada rencana apapun, tak ada berlian, tak ada makan malam di restoran mahal, tak ada hebohnya perayaan. Tapi, aku ingin memaknai hari ini dengan berbeda karena kata orang ini perkawinan perak. Cukup dengan
TCC buatan the Uceu, bukan brownies atau cake coklat bantet buatanku, beserta sebuah surat dariku untuk Ibu dan bapak.
Aku bisa menulis untuk dibaca banyak orang di blog, tapi menulis hal romantis dan mellow untuk dibaca ibu dan bapak adalah hal yang sangaaat sulit.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Alhamdulillah...

---cut---

Aku kadang-kadang memang sok tahu, keras kepala dan merasa lebih berpengalaman tentang suatu hal. Tapi, percayalah kalau aku belajar banyak dari kisah kalian berdua. Sepanjang ingatanku, aku telah menyaksikan begitu banyak masalah dan cobaan dalam hidup Ibu dan Bapak. Dari semua itu aku belajar tentang dua sisi dalam setiap persoalan. Kegembiraan di antara cobaan yang mendera dan elegi dalam cerita bahagia. Aku menikmati waktu-waktu Ibu Bapak bercerita sehabis sholat berjamaah atau saat duduk di ruang tengah tentang semua kenangan, masa kecil, dan semua masa lalu. Dari semua itu aku belajar cara menyikapi hidup.

----cut----

Semoga aku dan rama jadi anak soleh sehingga membahagiakan, mengalirkan pahala dan mengangkat derajat Ibu dan Bapak di surga.

Amiiin.

----------------------------------------------------------------
Defa and teh Uceu, thanks for realizing my scenario...;)


Comments

Mas Hery said…
duh jadi trenyuh bacanya juga...
moga aku punya anak yang kayak tika, selalu ada inisatif membahagiakan orang tua....
salam buat mama ya...
Anonymous said…
ooh..
jadi bentuk kuenya kayak gitu..
hmm..lumayan juga :D
Anonymous said…
Wah selamat ulang tahun pernikahan yang ke 25 buat bapak ibunya Tika, semoga saya juga bisa mencapainya...aminnnn..
(lho kok jadi doa diri sendiri hehehe)

Kuenya terlihat enak..pengennnn

Op
blumenophi@blogspot
swestika said…
makasih semuanya...

Popular Posts