8/27/2008 06:44:00 PM

Taken from Batman Begins*

-To conquer fear, you must become fear... you must bask in the fear of other men... and men fear most what they cannot see- Henri Ducard


*
X: Baru nonton Bu? Kemane aje? Sekarang orang pada ngomongin Dark Night
Y: Gpp deh, biar lambat asal selamat :D

8/27/2008 05:38:00 PM

Jika orang Hindu percaya Trimurti yang terdiri dari Dewa Brahma sebagai Dewa Pencipta, Dewa Wisnu yang memelihara dan Dewa Shiwa sebagai pelebur. Mungkin, ada tiga Dewa seperti itu karena tugas masing-masing memang berat dan sifat yang berbeda.

Proses hidup juga memerlukan tiga tahap umum yang sama. Penciptaan produk, program atau sebuah benda dimulai dengan proses perumusan ide hingga pengemukaan wacana. Begitu pula proses pemusnahan juga gak mudah. Contohnya, berat sekali memutuskan sebuah hubungan jangka panjang karena merasa sudah terbiasa atau karena sudah menjadi bagian sehari-hari.
Tapi menurut saya, proses memeliharalah yang memerlukan energi yang multiple karena terjadi terus menerus kalau ingin sukses. Memelihara dari mulai kecil hingga besar dan terus besar. Tidak mudah untuk konsisten.

Saat inilah, integritas diri diuji. Saya berusaha keras untuk konsisten untuk memelihara kegiatan dan relasi baru. Dan semua itu gak dijalani sendiri. Banyak orang yang saling bergantungan. Saya bergantung pada mereka. Dan merekapun (mungkin) bergantung pada saya.
Mari bersama-sama memelihara dan membangun yang kita mulai :).

Sudah kadung memulai impian baik, jangan kita sendiri yang memusnahkan.

8/27/2008 05:27:00 PM

Terpacu ribut-ribut di milis.

Buat saya, wajar kalau si penguasa yang itu menjadi tertuduh utama. Kebijakannya saya tuding membuat susah dapur keluarga-keluarga di sekeliling saya. Perkara kesusahan itu dihadapi dengan usaha, doa dan sabar itu urusan pribadi masing-masing.

Tapi pengen juga mencak-mencak tentang subsidi BBM yang dihilangkan, kemudian konversi minyak ke gas yang sudah jalan, dan tiba-tiba minyak hilang. Tenang, di Bandung tak ada lagi kisah antrian minyak tanah seperti cerita saya di sini karena memang minyak tanah sudah hilang.

Warga Sulit Peroleh Minyak Tanah

Okeh, anggap semua sudah beralih ke gas. Kemudian, tahu-tahu harga gas elpiji naik.

Harga Elpiji Naik Hari Ini!

Semua digiring ke satu ketergantungan terhadap gas, mungkin nanti hanya bisa mengurut dada kalau harga gas terus melonjak. Setelah itu, mendengar ini pula.

Shell Ingin Jualan Elpiji 12 Kg

Walaupun geuleuh ngomongin politik, saking kompleksnya. Sekompleks ngomongin penggunaan antibiotik di masyarakat.. Tapi, lagi belajar lagi arti kapitalisme, liberalisme, feodalisme........

Btw, ada gak siy kompor yang memanfaatkan sinar matahari sebagai energinya? Mau dunk, siap-siap kalau gas ngilang juga.

8/23/2008 11:58:00 PM

Dalam pikiran
Melesak
Sesak
Berebut tempat

Dalam kalbu
Menyikut
Ribut
Hampir saja remuk

ilham-Mu semoga menyelusup dalam pikiran dan kalbuku

8/23/2008 07:42:00 PM

Berusaha untuk : Stop comparing with Fardes 2002 atau Fardes 2004!!

Kalau ternyata jalan bagus dan jaraknya dekat, fasilitas dan kamar mandi ok, perjalanan hanya 3 jam dari Bandung, listrik PLN sudah stabil, sinyal Telkomsel dan XL jalan terus, so Ym-an pun bisa, itu adalah bukti pembangunan yang berhasil di Jawa Barat. Tepatnya di desa Sindang Sari, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut.
Hanya disayangkan, kasihan deh peserta Fardes 2008 gak punya Sungai Cipandak seperti Fardes 2002 atau Sungai Cilaki-nya Fardes 2004. Eh, mulai ngebandingin :p

Kalau aja panitianya -HMF Ars Praeparandi ITB angkatan 2005-2007- berbesar hati menerima kritik. Ah, sudah ada adik2 2003 yang menyampaikannya... Mari fokus pada Pengobatan Gratis tanggal 10 Agustus 2008, yang jelas aku ambil bagian di situ.


Sebagian pasien...

Pasien yang berobat umumnya memiliki keluhan penyakit ISPA (Infeksi saluran pernafasan atas), hipertensi, rematik (asam urat ataupun osteoarthritis) serta penyakit infeksi kulit ataupun mata.
Sebenarnya, obat yang diberikan hanya untuk mengatasi gejala yang timbul. Untuk mengobati secara tuntas dan memperbaiki taraf hidup pasien, edukasi berkelanjutanlah yang penting. Tapi, aku tak tahu apakah petugas kesehatan di sana cukup untuk menjangkau seluruh warga. Hanya ada satu mantri di sana.
Misal ya, untuk penyakit pegal-pegal yang diistilahkan orang awam sebagai rematik, kemungkinan besar adalah osteoarthritis. Osteoarthritis sendiri tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya karena itu penyakit degeneratif. Pengobatan biasanya untuk menghilangkan sakit akibat dari inflamasi di sendi menggunakan analgesik topikal hingga AINS (antiinflamasi non steroidal). Sejauh ini, untuk memperbaiki sendi yang telah aus, ada suplemen glukosamin dan chondroitin yang diminum setiap hari selama 3 tahun. Oleh karena itu, dibutuhkan edukasi pasien, bagaimana sikap tubuh yang baik hingga pencegahan penyakit tukak lambung akibat penggunaan obat AINS.



Kami -tim informasi obat (Tika, Toro '00, Irfan '01)- berusaha menyampaikan apa yang kami bisa sampaikan dalam waktu singkat. Apa fungsi obat yang pasien dapatkan, bagaimana cara meminum/memakainya, kapan waktu yang tepat, efek samping yang mungkin timbul, makanan yang tidak disarankan dimakan, sikap hidup yang tepat untuk penyakit yang diderita. Semua dalam bahasa sunda dan dengan penuh senyum. Btw, kami bertiga apoteker sanbe group loh.. huehe.. Kok?? Kompeten gak ya? (Aku siy udah dapet sertifikat Kompetensi ISFI hihi)



Temen-temen di tim dispensing yang assess resep dan meracik resep keren juga loh. Mereka kebanyakan temen-temen yang lagi ujian apoteker Pitta '01, Nana '03, Avril '03, Anfal '03, Mel '03, Dine '03, dan Ipin '00 yang asli apoteker komunitas beneran :D. Keren soalnya bisa mengelola depo obat yang persediaannya minim. Banyak substitusi obat karena beberapa item habis. Secara keseluruhan, kurang lebih ada 500 resep yang kita tangani. Kalau apotek omsetnya segitu sehari, kaya tuh :D.

Hal yang harus diberi perhatian khusus di desa itu adalah penggunaan obat setelan -yang juga ada di Bandung- yang berisi 3 jenis obat yaitu CTM, dexamethasone, dan parasetamol (cmiiw). Dengan harga cuma 1000 rupiah, masyarakat yang merasa sakit badan sedikit-sedikit minum obat setelan itu. Dari regulasi, hal itu jelas tidak benar karena dexamethasone adalah obat keras yang tidak boleh dijual di warung-warung. Dalam jangka panjang dan terus menerus menyebabkan moon face, osteoporosis, hingga tukak lambung parah. Pemerintahan setempat tahu gak ya?

Satu hal lagi yang membuat miris -dan aku belum sanggup melawannya-, bayi umur 3 bulan yang baru menunjukkan simptom common cold selama 3 hari, kok diresepkan antibiotik oleh dokter? :(( Sedih banget... Apakah dugaan adanya infeksi menjadi alasan dibandingkan penggunaan antibiotik untuk anak seusia itu?

*Tribute to Ipin yang kecapean setelah fardes trus mendapat musibah (11/08/08). Semoga postingan ini "sedikit" menghiburmu karena harus diam di rumah selama 12 minggu setelah kecelakaan motor itu. Fotomu gak ada di postingan ini. Ntar kita share foto via Ym atau email aja ya..

8/14/2008 06:39:00 AM

"Bukan ayahandamu, Ndari, bukan aku. Kebebasan dari aku sudah kuberikan seluruhnya padamu. Kau harus lebih mengerti duduk perkaranya. Kalau aku sendiri yang menghendaki, aku akan bersalah."

(Rumah Kaca, Pramoedya Ananta Toer, Bab 9)

*Aku membaca ini 5 tahun lalu dan tak ingat bagian ini. Tak menyangka kalau panggilan itu dan isi buku ini berkaitan.. :p

8/06/2008 05:47:00 PM

Mengutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Benang_gelasan

Benang gelasan adalah benang yang digunakan untuk adu layangan, dibuat dari benang biasa yang diberi lem dan gelas bubuk. Dalam adu layangan, benang gelasan ini dapat memotong benang lain, dan pemilik layangan yang memotong benang layangan lain dianggap sebagai pemenang. Benang gelasan bila disentuh langsung dapat mengakibatkan luka, dan karena itu bagian bawahnya biasanya tidak diberi gelas agar dapat dipegang oleh tangan. Selain itu bahaya lainnya adalah bila benang gelasan tersangkut pada kabel listrik. Hal ini dapat mengakibatkan putusnya kabel listrik dan pemegangnya terkena sengatan listrik.
Benang gelasan ini sempet bikin heboh keluargaku sabtu kemaren. Aku dan adikku, Rama, berboncengan sabtu kemaren. Sudah di daerah Cikadut, kami melewati sebuah tikungan. Ternyata ada seutas benang layangan yang melintasi jalan dan mengenai leher Rama. Secara refleks, tangan Rama berusaha melepaskan benang yang hampir membelit lehernya dan menghentikan motor. Untunglah juga, motor tidak oleng.
Aku kira gak terjadi apa-apa. Tapi, tangan Rama berdarah dan lehernya memerah, keluar sedikit darah. Rama, aku dan seorang kenalan yg sengaja berhenti melihat kejadian itu kemudian mendatangi anak-anak yang bermain layangan di sekitar situ. Seorang anak kemudian ditunjuk teman-temannya sebagai pemilik benang gelasan yang melintas di lapangan.
Aku dan Rama sendiri tidak bermaksud untuk marah-marah, kami cuma mau memperingatkan anak itu dan teman-temannya. Jika main layangan, bagusnya di lapangan, jangan di jalan. Anak-anak yang bermain layangan kemudian bubar. Melihat luka Rama, akhirnya kami berempat -bersama si anak- ke klinik. Luka Rama dibersihkan dan diobati. Bapak kemudian datang menyusul kami. Aku juga sempet ngobrol dengan si anak yang katanya kelas 4 SD.
Rama sempet diberi resep antibiotik, antiradang, dan analgesik. Aku geleng-geleng kepala aja, tapi obat aku beli juga (belum berani nolak). Kalau Rama malam harinya panas, mungkin obat-obat itu harus diminum. Kalau gak ada gejala infeksi, obat itu gak akan aku kasih.
Akhirnya, kami mendatangi rumah si anak. Dan, terjadilah yang aku khawatirkan. Ada si ibu yang di rumah. Dan di depan kami, dia bentak-bentak si anak. Walah, kami datang gak minta ganti rugi pengobatan kok. Cuma mau si anak dinasehati agar tidak main layangan di sembarang tempat. Tapi kok malah pake kekerasan begitu. Terpikir, pantes aja anaknya nakal, wong ibunya sangar begitu.

Jadi inget puisi yang penggalannya seperti ini:

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran

Alhamdulillah, Rama baik-baik aja. Dia cuma minum analgesik sekali, karena katanya lukanya kerasa panas dan gatal.

8/06/2008 05:46:00 PM

Cinta
Sejatinya hadir karena Dia
Jadi, kumohon
cintai aku
dengan dasar cinta-Nya

Ketenangan
Sejatinya datang dari Dia
Jadi, kumohon
tenangkan aku,
dengan ayat-ayat Nya

Cintai aku dengan ayat-ayat Nya
karena,
Aku ingin cinta yang menenangkan

8/06/2008 05:07:00 PM

Kamu sang jejak kilat
Merajahi pikiranku dengan pemahamanmu yang mendalam

Tentang kamu
Cerita tentang datang, senang, harapan, kepahitan, sedih, dan hilang

Pernah bertemu garis hidup denganmu
Aku belajar, taqdir hidup tak mudah ditebak
Dan tawakal adalah modal utama untuk bisa melewatinya dengan indah

Kali ini,
Cukuplah dahulu lembar babak puitis tentangmu.



*Jazakallahu khairaa..
Kita masing-masing masih berjuang untuk mencapai ridha-Nya, semoga hikmah ilmu-Nya selalu kau bagi padaku...
Taman Cikapayang;040808/20:10