Back to school

Minggu ini aku kembali ke sekolah. Bukan, aku belum ngambil S2 atau Pharm D.
Menurut KBBI 1988, sekolah bermakna:
  1. Bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.
  2. Waktu atau pertemuan ketika murid-murid diberi pelajaran.
  3. Usaha menuntut kepandaian (ilmu pengetahuan); pelajaran; pengajaran menurut KBBI.

Tapi mulai minggu ini setiap senin-jumat aku sekolah. Kelas kecil dengan 6 orang murid. Kami boleh berceloteh macam-macam, guru gak akan memarahi kami.
Sudah dua tahun lalu aku ninggalin kelas. Ya, kelas sesuai definisi sekolah di atas. Rasanya, sepulang sekolah itu aku bahagia sekali. Suasana kelas menyebabkan berbagai macam hormon meletup-letup, menimbulkan kegirangan.
I’m the oldest, beside the teacher. Tapi, bocah-bocah berseragam putih abu itu tanpa sadar menularkan ‘kemudaan’ mereka kepada orang berusia di atas 20 ini. Kesenangan yang menguatkan semangat untuk berbuat maksimal di kelas berharga Rp.50.000 di setiap pertemuannya.

Dan satu lagi, aku kembali ke sekolahku, Sekolah Farmasi ITB. Demi sebuah proyek tahunan aku harus ke kampus. Fuiih.. terlalu emosional. Aku berjalan dari pintu gerbang sampai ke Sekolah Farmasi. Semilir angin dari pohon berusia puluhan tahun, boulevard, lapangan basket, Kolam Indonesia tenggelam, Labtek VII dan akhirnya sampai perpustakaan, semua itu menyumbang perasaan perih, bahagia, rindu, bangga, kecewa yang menyatu pada diriku.
Sebenarnya hampir setiap bulan aku dateng ke kampus. Tapi biasanya berdua atau berombongan tanpa memperdulikan sekeliling.
Aku sampai berfikir, Kelak jika aku mempunyai anak, aku akan mengajak anak-anakku ke sini dan berkata seperti ini,
" Nak, ini tempat kuliah bunda. Di sini bunda belajar menjadi pharmacist, bunda belajar bersahabat, bunda menemukan jodoh, bunda menemukan cita-cita bunda, di kolam ini bunda pernah nyebur bersama teman-teman."

Terkekeh sendirian, ketika mikirin itu di depan TU SF ITB.
Oya, pada hari itu ada panitia Penerimaan Mahasiswa Baru lagi ngumpul, melakukan salam ganesha di depan plaza widya.
"Salam ganesha, bakti kami untukmu Tuhan, Bangsa dan almamater."

Dada ini makin bergetar, ada berbagai macam rona di dalamnya. Bukan karena aku dulu pernah aktif di KM (aku ga pernah aktif sama sekali di KM ITB), tapi karena kerinduan, kenangan dan segala macam emosi yang bertumpuk di setiap sudut kampus ini.

Comments

Popular Posts