Everybody Hurts

Everybody hurts sometimes..

Sayup-sayup lagu itu tiba-tiba terdengar di telingaku, kemungkinan besar dari televisi. Eh, kayanya mendengar alunan musik dan liriknya, langsung terkoneksi ama hati (kek judul acara kuis: Kena Deh). Dan segeralah aku googling. Lagu itu adalah lagu lama, dirilis pertama kali tahun 1992 oleh REM di album Automatic for the People dan juga dirilis sebagai single pada tahun 1993.

Aku baru nonton video klipnya sekarang, menarik melihat gambaran orang-orang terluka dalam pikirannya. Membayangkan perasaan-perasaan yang mungkin dapat timbul dalam tiap kepala, membuat aku mengambil kesimpulan manusia itu fragile. *Haha, kesimpulanku, yang jelas manusia memang makhluk yang notabene lemah toh. Perasaan terluka manusia ditentukan oleh keadaan hatinya dan kadang-kadang hanya ada dalam pikirannya sendiri. Dalam pikirannya sendiri karena setiap manusia unik. Setiap manusia mempunyai cara pandang sendiri dan merespon sesuatu sesuatu secara unik pula. Bagaimana kita bisa saling menyakiti karena perbedaan cara pandang dan respon kita tersebut. Untuk satu hal atau masalah yang dihadapi bersama, kita bisa saling menyakiti.

Let's sing again

Well, everybody hurts sometimes,
Everybody cries. And everybody hurts sometimes
And everybody hurts sometimes. So, hold on, hold on
Hold on, hold on, hold on, hold on, hold on, hold on
Everybody hurts. You are not alone

Terluka itu kan gak selamanya terluka -aka sometimes- danyang lebih penting adalah bagaimana mengatasi rasa sakit diri sendiri ataupun berusaha menghilangkan rasa sakit yang kita timbulkan pada orang lain. Coba kalo liat komen klip ini di you tube, banyak yang curhat betapa lagu ini membantu mereka saat depresi. Dan lucu deh ada yang komen ini:
okay sorry some ppl have depression but stop commenting about it, none cares get help or something stop trying to make us feel sorry for you!!! OMG.

Aku ingat ada sebuah quote dari my dearest yang kurang lebih isinya, di dunia ini gak ada kesedihan atau kesenangan yang benar-benar total. Saat kita merasakan manis, tidak akan terus-menerus manis, pasti ada rasa pahitnya. Saat kita merasakan sedih, tidak ada kesedihan yang terus-menerus, pasti kemudian kita merasakan kebahagiaan walaupun sedikit.

Jadi cheer up (teek)!

Comments

Popular Posts